Monday, December 16, 2013

MAKALAH CYBERCRIME

BY Populeritas No comments



CYBERCRIME HACKER DAN CRACKER

Haris Hidayat, Endah Sakti Maharani,  Jerry Andrianto
Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang
Jl. Mayjend Bambang Soegeng Mertoyudan Telp. (0293) 326945 Fax. Pesawat 111 Magelang 56172

ABSTRACT
In these days of technology, the general public has become very reliant on the use of the Internet.  Electronic mail (email) is a very efficient and popular method to communicate and exchange information.  The amount of web sites linked to the World Wide Web has grown in countless numbers and these days it is very unlikely that a company, or even an individual, is without a website.  Unfortunately along with these wonders we have also uncovered the darker side of human nature; the side that is mischievous and destructive.  With the opening of the World Wide Web hackers and crackers are presented with greater opportunities to stage malicious attacks. 
The following document lends insight into why hackers hack, their methods, along with information about how computer users and businesses can protect themselves.    In conducting the research for this paper I came across the following quote: “Cybercrame Hacker and Cracker”.
Keywoard : Website, Hacker, Cracker
A.      Pendahuluan
A.1  Latar Belakang Masalah
Kebutuhan penggunaan teknologi informasi dalam internet di berbagai bidang semakin hari semakin meningkat. Internet telah menciptakan dunia baru yaitu cyberspace yang merupakan sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas baru yang berbentuk virtual. Internet membawa dampak positif dan negatif terhadap pengguna dan teknologi informasi saat ini. Dengan adanya internet, pengguna dapat memperoleh manfaat serta kemudahan dalam berkomunikasi, bertransaksi dalam jejaring sosial dan mendapatkan informasi sesuai yang diinginkan. Tetapi dengan adanya teknologi internet juga memberikan dampak negatif seperti kejahatan (Cybercrame) yang meliputi sebagian besar adalah Hacker dan Cracker,  pencurian, ancaman, penipuan jejaring sosial yang menimbulkan risiko besar bagi pengguna teknologi internet.
A.2. Maksud dan Tujuan
I.2.1    Maksud
Agar penyusun dan pembaca mengetahui tentang kejahatan komputer (Cybercrame), kejahatan hacker dan cracker yang menimbulkan dampak besar bagi pengguna komputer / teknologi internet.
I.2.2    Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini diantaranya adalah :
a. Mengetahui kejahatan Hacker    dan Cracker
b. Mengetahui dampaer dan Cracker?
b.    Apa saja tingkatan seorang Hacker?
c.     Bagaimana cara menanggulangi Hacker dan Cracker?
A.4  Ruang Lingkup
Cybercrime telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi pengguna teknologi internet / komputer dan menghambat kemajuan serta perkembangan negara di seluruh dunia. Hacker dan Cracker merupakan bentuk kejahatan yang pada umumnya dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menimbulkan risiko besar bagi para pengguna teknologi internet di seluruh dunia. Makalah ini menjelaskan tentang pengertian, perbedaan dan cara menanggulangi terjadinya hacker dan cracker.  Sehingga para pengguna teknologi internet dapat mencegah terjadinya hacker dan cracker dengan tujuan agar teknologi semakin berkembang dengan baik dan terkendali.
B.      Teori 1
Pengertian Cybercrame
Cybercrime adalah kejahatan kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber.
        Pengertian Hacker
Hacker adalah orang yang bekerja untuk mengembangkan program-program komputer, baik secara independen maupun dipekerjakan pada suatu perusahaan. Tugas hacker adalah mencari kelemahan dari suatu sistem yang dibangun oleh programmer sehingga program atau aplikasi yang dibuat bisa menjadi lebih baik.
        Pengertian Cracker
Cracker merupakan sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain. Cracker bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem. 
Hacker dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
1. White hat hacker adalah Teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yang secara etis menunjukkan suatu kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.
2. Black hat hacker adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa ijin, dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut.
Pengertian Hacking
Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang / pihak lainngertian Cracking
Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.
C.      TEORI 2
Ciri-ciri Hacker dan Cracker
1.       Bisa membuat program C, C++ atau pearl.
2.       Memiliki pengetahuan TCP / IP.
3.       Menggunakan internet lebih dari 50 jam perbulan.
4.       Menguasai system operasi UNIX atau VMS.
5.       Suka mengoleksi software atau hardware lama.
6.       Terhubung ke internet untuk menjalankan aksinya.
7.       Melakukan aksinya pada malam hari, dengan alasan waktu yang memungkinkan, jalur komunikasi tidak padat, tidak mudah diketahui orang lain.
Kode etik Hacker dan Cracker
1.       Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.
2.       Semua informasi haruslah FREE.
3.       Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.
4.       Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.
5.       Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.
6.       Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.
7.       Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.
8.       Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.
9.       Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.
Jenis – Jenis Hacking
a.       Social Hacking
Informasi tentang sistem apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa admin yang mengelola server, jenis koneksi yang dipergunakan, bagaimana server tersambung dengan internet, koneksi siapa yang digunakan, informasi apa saja yang disediakan oleh server, dan informasi mengenai apakah server tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya.
b.       Technical Hacking
Tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam sistem, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas sistem itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan yang terdapat dalam sistem atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh ke dalam sistem dengan cara apapun dan bagaimana pun.
Kemampuan Dasar Hacking
a.    Menguasai Bahasa Pemrograman
b.    Menguasai Sistem Operasi
c.     Menguasai Worl Wide Web
d.    Menguasai Jaringan Komputer

D.      Pembahasan
Perbedaan Hacker dan Cracker
1.    Hacker
a.    Mempunyai kemampuan menganalisa  kelemahan suatu sistem atau situs.
      Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki.
b.    Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
c.     Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
d.    Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.
2.    Cracker
a.    Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan.
Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail / Web Server.
b.    Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
c.     Mempunyai situs dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
d.    Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.
e.     Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan.
Hierarki (Tingkatan) Hacker
1.    Elite
Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrograman, efisien dan terampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
2.    Semi Elite
Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan dan pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi, kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
3.    Developed Kiddie
Ciri-ciri : umumnya pelakunya masih seumuran anak sekolah, mereka membaca tentang metode hacking dan cara hacking di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil dan  memproklamirkan kemenangan ke lainnya, masih menggunakan Grafik User Interface (GUI)  dan  baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4.    Script Kiddie
Ciri-ciri : mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari Grafik User Interface (GUI), hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti dan menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
5.    Lammer
Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman dan pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer terutama untuk main game, mencuri kartu kredit, serta melakukan hacking dengan menggunakan software Trojan.
Beberapa langkah penting yang harus dilakukan untuk menanggulangi hacker dan cracker :
1.    Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut.
2.    Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional.
3.    Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime.
4.    Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.
5.    Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties.
E.      Kesimpulan
Hacker membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka sedangkan cracker merusak keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.
Daftar Pustaka
-      http://mustikadevita.wordpress.com/2013/04/27/ makalah-pembahasan-hackercracker.html
-      http://karimullah83.blogspot.com/2011/04/ pengertian-hacking-carding-dan-cracking.html
-      http://zaloverlozer.blogspot.com/2013/07/ makalah-hacker-dan-cracker.html
-      http://ouroddworld.wordpress.com/2013/02/02/ hacker-dan-cracker.html
-      http://totalnews1.blogspot.com/2012/12/makalah-hacker.html




 



0 comments: